Peridot: Menjelajahi Masa Depan Kuliner Berkelanjutan di Puncak The Henderson

Di tengah cakrawala Hong Kong yang terus berkembang, sebuah permata kuliner baru telah muncul di lantai 38 gedung ikonik The Henderson. Peridot, sebuah restoran dan bar yang baru saja dibuka, bukan sekadar tempat makan biasa; ia adalah sebuah pernyataan tentang masa depan gastronomi yang ramah lingkungan, inovatif, dan berakar kuat pada alam. Sejak pembukaannya di awal tahun 2026, Peridot telah menarik perhatian para pencinta kuliner yang mencari perpaduan antara kemewahan modern dan etika keberlanjutan.

Filosofi Nabati dan Seni Fermentasi

Dapur Peridot dipimpin oleh Chef Lisandro Illa, seorang alumni dari restoran ternama dunia, Noma. Pengaruhnya terlihat jelas pada fokus restoran ini terhadap menu makanan nabati (plant-based) yang mengandalkan teknik fermentasi tingkat tinggi. Di tangan Chef Illa, bahan-bahan sederhana seperti jamur, kacang-kacangan, dan sayuran musiman diubah menjadi hidangan dengan kompleksitas rasa yang mengejutkan.

Fermentasi bukan sekadar cara pengawetan di sini, melainkan alat untuk menciptakan profil rasa “umami” yang biasanya ditemukan pada daging. Menu andalannya mencakup keju artisan yang dibuat dari fermentasi kacang mede serta charcuterie nabati yang meniru tekstur daging namun sepenuhnya berasal dari buah-buahan dan akar-akaran. Pendekatan ini membuktikan bahwa hidangan berbasis tanaman dapat menawarkan kepuasan yang sama, bahkan lebih, daripada hidangan konvensional.

Koktail yang Menghormati Terroir

Sisi bar di Peridot dipimpin oleh mixologist ternama François Cavelier. Keunikan dari program minumannya nashcafetogo.com terletak pada konsep “Global Terroir”. Setiap kuartal, menu koktail di Peridot akan mengeksplorasi wilayah geografis tertentu di dunia, mengambil inspirasi dari karakter tanah, iklim, dan bahan lokal daerah tersebut.

Sebagai tema pembuka di tahun 2026, Peridot mengangkat terroir Kagoshima, Jepang. Para tamu dapat menikmati koktail yang menggunakan shochu artisan, teh hijau organik, hingga elemen mineral yang terinspirasi dari tanah vulkanik wilayah tersebut. Penggunaan bahan-bahan yang bersumber secara etis dan minimalisasi limbah (zero-waste) menjadi standar utama dalam setiap gelas yang disajikan.

Desain Futuristik yang Organik

Secara visual, Peridot menawarkan suasana yang dramatis. Dengan konsep interior “Natural Futurism”, ruangan ini didominasi oleh warna hijau pucat yang segar, dinding melengkung yang mengikuti desain organik gedung The Henderson, serta instalasi lebih dari 20.000 lampu buatan tangan yang menggantung di langit-langit.

Pemandangan dari lantai 38 menyuguhkan panorama spektakuler distrik Central, menciptakan latar belakang yang sempurna untuk hiburan musik live. Dari alunan saksofon yang elegan hingga set DJ yang energik di akhir pekan, Peridot berhasil menciptakan suasana yang dinamis namun tetap berkelas.