Pencarian MH370 Kembali Dilanjutkan: Harapan Baru di Penghujung Tahun 2025
KUALA LUMPUR – Kabar terbaru mengenai misteri penerbangan Malaysia Airlines MH370 kembali menjadi sorotan dunia. Pemerintah Malaysia secara resmi mengumumkan bahwa operasi pencarian pesawat yang hilang sejak kabarmalaysia.com Maret 2014 tersebut akan dilanjutkan kembali tepat pada tanggal 30 Desember 2025. Keputusan ini membawa angin segar bagi keluarga korban yang telah menanti kepastian selama lebih dari satu dekade.
Kementerian Transportasi Malaysia mengonfirmasi bahwa misi pencarian dasar laut ini akan kembali dipimpin oleh perusahaan robotika kelautan asal Amerika Serikat, Ocean Infinity. Berdasarkan kontrak yang telah disepakati, misi kali ini akan berlangsung secara intermiten selama 55 hari dengan fokus pada area target baru yang dinilai memiliki probabilitas tertinggi lokasi puing pesawat.
Skema “No Find, No Fee” yang Berisiko Tinggi
Sama seperti upaya sebelumnya pada tahun 2018, kolaborasi ini menggunakan skema kontrak “no find, no fee”. Artinya, Ocean Infinity hanya akan menerima pembayaran jika mereka berhasil menemukan bangkai pesawat atau kotak hitam. Jika misi ini membuahkan hasil, Pemerintah Malaysia dilaporkan siap membayar kompensasi hingga USD 70 juta (sekitar Rp1,1 triliun).
Langkah berani ini diambil setelah melalui proses analisis data satelit dan permodelan arus laut yang lebih canggih. Area pencarian yang ditargetkan mencakup wilayah seluas 15.000 kilometer persegi di Samudra Hindia bagian selatan, lokasi yang secara teknis sangat menantang karena kedalaman air dan topografi dasar laut yang ekstrem.
Teknologi Canggih dan Kendala Cuaca
Pencarian MH370 pada tahun 2025 sebenarnya sempat dimulai pada awal tahun, namun harus ditangguhkan pada bulan April karena kondisi cuaca buruk dan gelombang tinggi yang membahayakan operasional kapal. Kini, dengan dimulainya kembali pencarian di akhir Desember, Ocean Infinity akan mengerahkan armada kapal otonom (Autonomous Underwater Vehicles / AUV) generasi terbaru yang mampu memetakan dasar laut dengan resolusi yang jauh lebih tinggi dibandingkan teknologi satu dekade lalu.
Menteri Transportasi Malaysia, Anthony Loke, menegaskan bahwa pemerintah tetap berkomitmen untuk memberikan jawaban akhir kepada keluarga korban. “Kami memahami bahwa waktu tidak menghapus luka mereka. Kelanjutan pencarian ini adalah bentuk tanggung jawab moral kami untuk mengungkap apa yang sebenarnya terjadi pada malam naas tersebut,” ujarnya dalam pernyataan resmi.
Misteri Penerbangan Terbesar dalam Sejarah
Sebagai pengingat, pesawat Boeing 777 yang membawa 239 orang (termasuk penumpang dari Indonesia) tersebut menghilang dari radar dalam perjalanan dari Kuala Lumpur menuju Beijing. Meski beberapa kepingan puing telah ditemukan di pesisir Afrika dan pulau-pulau di Samudra Hindia, lokasi utama pesawat tetap menjadi rahasia alam hingga saat ini.
Dunia kini kembali menaruh perhatian pada Samudra Hindia, berharap agar misi akhir tahun 2025 ini benar-benar menjadi babak penutup bagi misteri penerbangan terbesar dalam sejarah modern ini.
Apakah Anda ingin saya membantu membuatkan ringkasan poin-poin penting dari artikel ini untuk dibagikan ke media sosial?